DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:RISDA TIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-01


Tiani, Risda. 2026. Peran Dinas Sosial dalam Penanganan Anak Jalanan di Kota

Banjarmasin. Tesis, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ersis Warmansyah Abbas, BA., M.Pd, (II) Prof. Dr. Syaharuddin, S.Pd., M.A

 

Fenomena anak jalanan di Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, rendahnya pengawasan orang tua, serta keterbatasan akses pendidikan dan pembinaan sosial. Kondisi tersebut memerlukan peran pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Sosial Kota Banjarmasin dalam penanganan anak jalanan, mengidentifikasi peran, kendala serta strategi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang yakni kepala bidang rehabilitasi sosial dan penanggung jawab rumah singgah baiman Kota Banjarmasin serta 4 orang anak jalanan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial dalam penanganan anak jalan di Kota Banjarmasin dilakukan melalui 4 program, yakni program preventif berupa sosialisasi terhadap peran orang tua dan sosialisasi pada anak-anak sekolah yang berpotensi melakukan aktivitas di jalanan. Peran rehabilitatif dilakukan dengan penyediaan rumah singgah “baiman”. Peran koordinasi dengan berbagai sektor pemerintahan seperti Dinas Kesehatan, Balai Latihan Kerja, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Satuan Polisi Pamong Praja, dan reintegrasi pendidikan nonformal. Peran terakhir yakni reintegrasi sosial dengan mengembalikan anak jalanan ke orang tua serta melakukan kontrol terhadap perkembangan anak selama pasca rehabilitasi. Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti kendala struktural berupa keterbatasan anggaran, keterbatasan Sumber Daya Manusia, kurangnya koordinasi antar instansi, keterbatasan sarana dan prasarana serta lemahnya pengawasan. Kendala kultural berupa rendahnya kesadaran orang tua, kemiskinan, rendahnya motivasi mengikuti pembinaan serta pengaruh lingkungan pergaulan. Strategi yang dilakukan dengan melakukan rehabilitasi rumah singgah “baiman”, melakukan kontrol terhadap orang tua dan anak jalanan, kampanye melalui media sosial dan berintegrasi dengan Sekolah Rakyat Terpadu.

Kata Kunci : Anak Jalanan, Peran Dinas Sosial, Rehabilitasi Sosial

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI