DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UANG DIGITAL DAN BI-RATE: MENGUKUR DAMPAK QRIS, E-MONEY, MOBILE BANKING, DAN BI-RATE TERHADAP M1 DAN M2 INDONESIA | |
| PENGARANG | : | FADHILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-01 |
Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia yang berlangsung seiring dengan perubahan BI-Rate menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transaksi QRIS, e-money, mobile banking, dan BI-Rate terhadap M1 dan M2 di Indonesia serta membandingkan perbedaan pengaruhnya pada kedua agregat moneter selama periode 2020-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series bulanan dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) yang diawali dengan uji stasioneritas, penentuan lag optimum, uji stabilitas VAR, dan uji kointegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS, e-money, dan mobile banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap M1 maupun M2 dalam jangka panjang, sedangkan BI-Rate tidak berpengaruh signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pada M1, mobile banking memberikan pengaruh paling besar, diikuti QRIS, sementara e-money baru berpengaruh signifikan dalam jangka panjang. Pada M2, mobile banking tetap memiliki pengaruh terbesar dalam jangka panjang, tetapi e-money menunjukkan respons yang lebih cepat dalam jangka pendek. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan pola pengaruh antar instrumen pembayaran digital terhadap agregat moneter (mendukung H9), yaitu QRIS berpengaruh relatif seimbang terhadap M1 dan M2, mobile banking lebih dominan terhadap M1, e-money lebih responsif terhadap M2 dalam jangka pendek, sedangkan BI-Rate secara konsisten tidak signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan jumlah uang beredar di Indonesia selama periode 2020–2025 lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan sistem pembayaran digital dibandingkan transmisi kebijakan moneter melalui BI-Rate. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan indikator transaksi digital dalam perumusan kebijakan moneter serta memperkuat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyelenggara sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas moneter di tengah pesatnya digitalisasi keuangan.
Kata kunci: QRIS, e-money, mobile banking, BI-Rate, jumlah uang beredar, VECM
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI