DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN, PENALARAN, DAN PEMECAHAN MASALAH PADA MUATAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL BERSAMA DI KELAS IV SDN ANTASAN KECIL TIMUR 1 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | AGNIA AMALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-01 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca
pemahaman, penalaran, dan pemecahan masalah pada muatan Bahasa Indonesia Kelas IV
SDN Antasan Kecil Timur 1 Banjarmasin. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh
ketidakmampuan murid memahami isi bacaan secara menyeluruh, kesulitan mengolah
informasi dari bacaan, serta ketidakmampuan murid menafsirkan permasalahan
berdasarkan bacaan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut
adalah melalui penerapan model BERSAMA yang merupakan kombinasi dari Problem
Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Make a Match. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru dan murid, serta
menganalisis peningkatan keterampilan membaca pemahaman, penalaran dan pemecahan
masalah.
Jenis penelitian ini Adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan
pada murid kelas IV SDN A ntasan Kecil Timur 1 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026.
Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan
membaca pemahaman, penalaran dan pemecahan masalah murid. Data Kuantitatif
diperoleh melalui tes hasil belajar secara individu. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalma bentuk table dan grafik.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama aktivitas guru
dengan skor 27 meningkat menjadi 34 pada pertemuan ketiga dengan kriteria ”sangat
baik”. Aktivitas murid pada pertemuan pertama 45% meningkat menjadi 85% pada
pertemuan ketiga dengan kriteria ”Hampir seluruh murid sangat aktif”. Keterampilan
membaca pemahaman pada pertemuan pertama 40% meningkat menjadi 90% pada
pertemuan ketiga. Keterampilan Penalaran pada pertemuan pertama 55% meningkat
menjadi 85% pada pertemuan ketiga. Keterampilan pemecahan masalah pada pertemuan
pertama 40% meningkat menjadi 90% pada pertemuan ketiga. Selain itu, hasil belajar
murid juga mengalami peningkatan dari 25% pada pertemuan pertama menjadi 80% pada
pertemuan ketiga.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model BERSAMA dapat
meningkatkan aktivitas, keterampilan membaca pemahaman, penalaran, pemecahan
masalah murid pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi atau alternatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di
sekolah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI