DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI KINERJA POLA PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | CAHAYA AL AMIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-01 |
RINGKASAN
Cahaya Al Amin. 2026. Evaluasi Kinerja Pola Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah di Kota Banjarmasin. Pembimbing:Dr. Ir. Achmad Syamsu Hidayat, M.P.; Dr. Andy Mizwar, S.T., M.Si.; Dr. Mahmud, S.T., M.T.
Kota Banjarmasin didominasi oleh jaringan sungai dan permukiman padat, menghasilkan sekitar 475,75 ton sampah per hari, angka yang diproyeksikan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kota ini saat ini menerapkan pola gabungan Stationary Container System (SCS) dan Hauled Container System (HCS) untuk melayani tempat penampungan sementara (TPS). Namun, jumlah TPS yang beroperasi, sebanyak 111 titik, hanya mencakup kurang dari 41% dari estimasi 272 titik yang dibutuhkan berdasarkan sebaran penduduk, sementara armada yang tersedia sebanyak 62 unit masih terbatas dibandingkan luas wilayah pelayanan, Ketidaksesuaian ini menyebabkan lonjakan biaya bahan bakar akibat ritasi yang tidak optimal, percepatan penyusutan kendaraan akibat kelebihan muatan, keterlambatan jadwal pengumpulan, dan penumpukan sampah berulang di titik TPS berkepadatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengumpulan dan pengangkutan sampah eksisting di Kota Banjarmasin serta menganalisis efektivitas pola pengangkutan yang diterapkan. Data dikumpulkan melalui survei lapangan selama tujuh hari berturut-turut dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan indikator efektivitas rute, tingkat deadheading, efisiensi waktu, dan efisiensi biaya operasional, dengan analisis biaya lebih lanjut dievaluasi melalui pendekatan Indeks Efisiensi Biaya Rata-rata (IEBR) untuk membandingkan biaya satuan (Rp/ton) antar jenis dan kapasitas armada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkutan sampah di Kota Banjarmasin didukung oleh 62 unit armada, terdiri dari 33 dump truck, 3 compactor truck, dan 26 arm roll truck, yang melayani 111 titik TPS melalui dua pola: pola SCS, dilayani oleh 33 dump truck (7 unit berkapasitas 6 m³ dan 26 unit berkapasitas 8 m³) dan 3 compactor truck (12 m³), serta pola HCS Tipe III, dilayani oleh 26 arm roll truck (4 unit berkapasitas 6 m³ dan 22 unit berkapasitas 8 m³). Rute pengangkutan eksisting terbukti belum efisien, dengan efektivitas rute yang rendah sebesar 0,14 ton/km, tingkat deadheading yang tinggi sebesar 49,77%, efisiensi waktu yang rendah sebesar 47,88%, dan rata-rata biaya operasional sebesar Rp30.204/ton. Analisis efisiensi biaya berbasis IEBR selanjutnya menunjukkan bahwa armada berkapasitas lebih besar secara konsisten menghasilkan biaya satuan yang lebih rendah dibandingkan armada berkapasitas lebih kecil pada jenis yang sama, sebagaimana tercermin dari kategori “sangat baik” yang diperoleh dump truck 8 m³, arm roll truck 8 m³, dan compactor truck 12 m³, sedangkan dump truck dan arm roll truck 6 m³ termasuk dalam kategori “kurang baik”. Dapat disimpulkan bahwa pola pengangkutan sampah di Kota Banjarmasin saat ini belum beroperasi secara efisien, dan kapasitas armada berperan penting dalam menentukan efisiensi biaya satuan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI