DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN PELATIHAN DIGITAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
PENGARANG:RIZKIA NAJMI SAFITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-01


Rizkia Najmi Safitri, 2026. “Pengaruh Literasi Digital dan Pelatihan Digital Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara”. Dahniar (Pembimbing).

 

Transformasi digital pada sektor publik menuntut peningkatan kemampuan digital aparatur sipil negara (ASN), namun hasil penelitian mengenai pengaruh literasi digital dan pelatihan digital terhadap kinerja pegawai masih menunjukkan temuan yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh literasi digital dan pelatihan digital terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada organisasi sektor publik daerah, yaitu Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi literasi digital sebagai employee digital ability dan pelatihan digital sebagai ability-enhancing HR practice, dengan motivasi kerja sebagai mekanisme mediasi dalam menjelaskan kinerja pegawai dalam kerangka Ability–Motivation–Opportunity (AMO) Framework.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Sampel diambil dengan teknik sensus terhadap seluruh populasi sebanyak 40 pegawai. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS 4.0.

Hasil penelitian menunjukkan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja. Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Pelatihan digital berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh literasi digital terhadap kinerja pegawai, namun tidak mampu memediasi pengaruh pelatihan digital terhadap kinerja pegawai.

Penelitian ini memperkuat relevansi AMO Framework dalam menjelaskan keterkaitan antara kemampuan digital, motivasi kerja, dan kinerja pegawai pada konteks transformasi digital sektor publik. Temuan penelitian juga memberikan masukan bagi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam meningkatkan literasi digital, merancang pelatihan digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, serta memperkuat motivasi kerja untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai.

 

Kata Kunci: literasi digital, pelatihan digital, motivasi kerja, kinerja pegawai.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI