DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Representasi Oligarki dan Demokrasi dalam Novel Bungkam Suara Karya J.S Khairen
PENGARANG:KALILA SHAHWA NOOR RAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-01


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi oligarki, representasi demokrasi, serta hubungan antara oligarki dan demokrasi dalam novel Bungkam Suara karya J.S. Khairen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya oligarki dalam sistem demokrasi modern yang tidak hanya terjadi dalam kehidupan sosial-politik, tetapi juga direpresentasikan dalam karya sastra. Novel Bungkam Suara dipilih sebagai objek penelitian karena mengangkat permasalahan yang sedang marak terjadi terkait oligarki dan demokrasi.

Dengan menggunakan konsep representasi Hall untuk memahami penggambaran realitas sosial dalam karya sastra, analisis penelitian ini juga didasarkan pada teori oligarki Jeffrey Winters yang membagi oligarki ke dalam empat bentuk, yaitu oligarki panglima, oligarki penguasa kolektif, oligarki sultanistik, dan oligarki sipil, serta teori demokrasi Shaffer yang menekankan pentingnya kebebasan informasi, ruang publik, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokratis. Ketiga konsep dan teori tersebut digunakan untuk menganalisis representasi oligarki, representasi demokrasi, serta hubungan keduanya dalam novel.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian adalah novel Bungkam Suara karya J.S. Khairen, sedangkan data berupa narasi, dialog, tindakan tokoh, dan peristiwa yang berkaitan dengan representasi oligarki dan demokrasi. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan studi pustaka, kemudian dianalisis berdasarkan teori yang digunakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi oligarki dalam novel terdiri atas empat bentuk, yaitu oligarki panglima, oligarki penguasa kolektif, oligarki sultanistik, dan oligarki sipil, dengan bentuk yang paling dominan adalah oligarki sipil. Representasi demokrasi ditampilkan melalui kebebasan berpendapat, partisipasi masyarakat, kesadaran kritis, keterbukaan informasi, dan perjuangan memperoleh keadilan. Hubungan keduanya memperlihatkan pertentangan antara kepentingan kelompok penguasa dan hak masyarakat dalam mempertahankan ruang demokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Bungkam Suara merepresentasikan praktik oligarki yang membatasi kehidupan demokrasi melalui penguasaan informasi, propaganda, dan pembungkaman suara masyarakat. Penelitian ini terbatas pada analisis satu novel sehingga belum membandingkannya dengan karya sastra Indonesia lainnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI