DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Framing Media Daring Atas Tragedi Affan Kurniawan
PENGARANG:NOR ASIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-01


ABSTRAK

Asiah, N. (2026). Framing Media Daring Atas Tragedi Affan Kurniawan. Tesis. Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing I: Dr. Noor Cahaya, M.Pd. Pembimbing II: Dr. Hj. Noor Eka Chandra, M.Pd.

Kata Kunci: Framing, Media Daring, Konstruksi Realitas, Affan Kurniawan

Pemberitaan mengenai suatu peristiwa dalam media daring sering kali menampilkan konstruksi realitas yang berbeda meskipun bersumber dari fakta yang sama. Fenomena tersebut terlihat dalam pemberitaan mengenai tragedi tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis aparat saat berlangsungnya demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan framing yang dibangun oleh Tempo.co, Kompas.com, dan Antaranews.com dalam memberitakan peristiwa tersebut. Penelitian ini berlandaskan pada teori framing Robert N. Entman yang mencakup elemen define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Analisis juga didukung oleh konsep konstruksi realitas media dari Bungin (2008) dan Eriyanto (2002), konsep realitas semu dari Sobur (2001), serta konsep penonjolan makna melalui pemilihan diksi dan narasumber yang dikemukakan oleh Hamad (2004). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain komparatif. Sumber data berupa 15 teks berita mengenai tragedi Affan Kurniawan yang dipublikasikan oleh Tempo.co, Kompas.com, dan Antaranews.com pada periode 28 Agustus hingga 31 Desember 2025. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis melalui identifikasi unsur 5W+1H sebagai tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan analisis framing menggunakan model Robert N. Entman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media membangun konstruksi realitas yang berbeda terhadap peristiwa yang sama. Tempo.co membingkai peristiwa tersebut sebagai persoalan pelanggaran hak asasi manusia dan akuntabilitas aparat dengan menonjolkan perspektif kelompok masyarakat sipil. Kompas.com membingkai peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dengan memberikan perhatian besar pada dampak sosial yang dialami keluarga korban. Sementara itu, Antaranews.com membingkai peristiwa tersebut sebagai persoalan hukum dan pelanggaran etik yang ditangani melalui mekanisme kelembagaan dengan menekankan keterangan resmi institusi kepolisian. Perbedaan tersebut tampak pada pemilihan diksi, penempatan narasumber, penilaian moral, serta rekomendasi penyelesaian yang ditampilkan dalam teks berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberitaan media daring merupakan hasil konstruksi realitas yang dipengaruhi oleh orientasi institusional dan kebijakan redaksional masing-masing media. Melalui proses seleksi dan penonjolan fakta, satu peristiwa yang sama dapat direpresentasikan dalam bentuk realitas jurnalistik yang berbeda sehingga menghasilkan beragam pemaknaan di ruang publik digital.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI