DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SELF DISCLOSURE MAHASISWA PADA ORANG TUA DALAM MENJALIN HUBUNGAN JARAK JAUH (Mahasiswa Perantauan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | NUR ANITA AZKIYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-02 |
Nur Anita Azkiya, 2110414220001, Self Disclosure Mahasiswa Pada Orang Tua Dalam Menjalin Hubungan Jarak Jauh (Mahasiswa Perantauan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin) Melalui Pendekatan Fenomenologi Komunikasi. Di bawah bimbingan Dr. Yuanita Setyastuti S.IP., M.Si.
Dalam penelitian Self Discosure Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi bertujuan untuk menganalisis pengalaman serta makna keterbukaan diri (self disclosure) mahasiswa perantauan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dalam menjaga kedekatan emosional dengan orang tua pada hubungan jarak jauh. Berdasarkan analisis data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada 9 orang informan mahasiswa berusia 18–23 tahun, temuan penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure mahasiswa dilakukan secara bertahap, selektif, dan penuh pertimbangan.
Mahasiswa cenderung lebih nyaman dan terbuka pada hal-hal positif seperti rutinitas, pencapaian akademik, serta aktivitas harian untuk menjaga keharmonisan keluarga dan menghindari rasa cemas dari orang tua. Sebaliknya, keterbukaan pada cerita negatif (seperti masalah pribadi, tekanan kuliah, dan kondisi emosional) ditahan karena rasa takut akan kemarahan orang tua, respons yang minim, atau agar tidak membebani pikiran orang tua.
Respons orang tua yang suportif membentuk ikatan kelekatan yang aman (secure attachment), sedangkan respons yang acuh atau penuh amarah menciptakan penghindaran (avoidant insecure attachment) dan memicu terbentuknya jarak emosional serta keterbatasan komunikasi hingga usia dewasa. Ditinjau dari Teori Penetrasi Sosial dan Teori Attachment, mahasiswa memaknai self-disclosure tidak sekadar aktivitas bertukar kabar, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab anak, sarana pelepasan emosi (dukungan emosional dan rasa lega), wujud perhatian dan kasih sayang, pertanda kepercayaan, serta strategi menjaga keutuhan hubungan keluarga di tengah keterbatasan jarak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI