DIGITAL LIBRARY



JUDUL:INTERPRETASI PERUBAHAN MAKNA EMOJI LOUDLY CRYING FACE DALAM PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL PADA KOLOM KOMENTAR TIKTOK
PENGARANG:RIHHA DATUL AISYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-02


Rihha Datul Aisya. 2026. Interpretasi Perubahan Makna Emoji Loudly Crying Face Dalam Praktik Komunikasi Digital Pada Kolom Komentar Tiktok. Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Bambang Dwi Waluyo.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pergeseran makna dalam penggunaan pesan non-verbal berupa emoji, khususnya emoji Loudly Crying Face (????), pada praktik komunikasi digital di media sosial TikTok. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana makna emoji Loudly Crying Face diinterpretasikan melalui interaksi pengguna di kolom komentar platform TikTok dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, serta meminjam kerangka konsep pemikiran Ferdinand de Saussure, yakni Langue (sistem tanda baku) dan Parole (wujud ujaran aktual). Pengumpulan data primer dilakukan melalui teknik observasi non-partisipan dan dokumentasi berupa tangkapan layar terhadap sembilan utas komentar teratas dari tiga akun TikTok dengan karakteristik konten berbeda (@lawakbtul, @enricowinaldy, dan @raffi_nagita) dalam rentang waktu November 2025 hingga Januari 2026. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara makna dasar (langue) emoji Loudly Crying Face sebagai simbol kesedihan mendalam dengan penggunaannya di kolom komentar TikTok (parole). Pengguna secara kolektif menginterpretasikan dan menggunakan emoji ???? untuk mengekspresikan respon emosional yang berbeda dari fungsi aslinya, seperti luapan tawa atau humor, keterkejutan, hiperbola, iri jenaka dan perbandingan diri, kekaguman, serta rasa sayang. Perluasan makna ini sangat dipengaruhi oleh konteks konten dan berhasil membentuk kesepahaman makna bersama yang diperkuat melalui interaksi sosial antar-pengguna berupa jumlah likes dan respon balasan yang selaras. Praktik parole yang masif dan konsisten ini membuktikan bahwa makna simbol visual dalam komunikasi digital bersifat dinamis dan dapat mengubah konvensi langue yang sudah ada.

Kata Kunci: Komunikasi Digital, Emoji Loudly Crying Face, Interpretasi Makna, TikTok, Langue dan Parole

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI