DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS PADA DINAS SOSIAL KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | AYU NURFILA SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-02 |
ABSTRAK
Ayu Nurfila Sari, 2420419320025, 2026 ’’Implementasi Kebijakan Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis pada Dinas Sosial Kota Banjarmasin’’
Dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Budi Suryadi, M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan gelandangan dan pengemis pada Dinas Sosial Kota Banjarmasin serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pegawai Dinas Sosial Kota Banjarmasin, pegawai Satuan Polisi Pamong Praja, masyarakat, dan pengemis. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan hasil penelitian dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi, karakteristik agen pelaksana, disposisi pelaksana, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 12 Tahun 2014 telah dilaksanakan melalui usaha preventif, responsif, rehabilitatif, dan represif, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal dan berkelanjutan. Standar dan sasaran kebijakan telah memiliki dasar yang jelas, komunikasi antarorganisasi berjalan cukup baik, serta karakteristik agen pelaksana dan disposisi pelaksana telah mendukung implementasi kebijakan. Sementara itu, aspek sumber daya masih menghadapi keterbatasan jumlah sumber daya manusia. Kondisi sosial dan ekonomi juga berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi, terutama kebiasaan sebagian masyarakat memberikan uang secara langsung kepada pengemis serta keterbatasan pekerjaan, kondisi kesehatan, usia, dan keterampilan kelompok sasaran yang menyebabkan sebagian gelandangan dan pengemis kembali ke jalan.
Faktor-faktor yang menghambat implementasi kebijakan terdiri atas keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap Peraturan Daerah, sulitnya mengubah pola pikir dan kebiasaan sebagian gelandangan dan pengemis, serta adanya penolakan dan upaya menghindari petugas dalam pelaksanaan penertiban.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan sosialisasi kebijakan kepada masyarakat, serta penanganan sosial dan ekonomi yang lebih terpadu dan berkelanjutan agar implementasi kebijakan penanggulangan gelandangan dan pengemis dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Gelandangan dan Pengemis, Dinas Sosial, Peraturan Daerah, Kesejahteraan Sosial.
ABSTRACT
Ayu Nurfila Sari, 2420419320025, 2026, "Implementation of the Policy on Addressing Homelessness and Begging at the Banjarmasin City Social Agency"
Supervised by Prof. Dr. H. Budi Suryadi, M.Si
This study aims to analyze the implementation of the policy for addressing homelessness and begging by the Banjarmasin City Social Agency, as well as the factors hindering the policy's execution. A qualitative approach with a descriptive research design was employed. Data were gathered through interviews, observations, and documentation involving informants such as Banjarmasin City Social Agency staff, Public Order Agency (Satpol PP) officers, members of the public, and beggars. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model, while the findings were analyzed using the Van Meter and Van Horn policy implementation model, covering policy standards and objectives, resources, inter-organizational communication, implementing agency characteristics, implementer dispositions, and socio-economic and political conditions.
The results indicate that the implementation of Banjarmasin City Regional Regulation Number 12 of 2014 has involved preventive, responsive, rehabilitative, and repressive measures; however, the execution has not been fully optimal or sustainable. The policy standards and objectives are clearly grounded, inter-organizational communication functions reasonably well, and the characteristics and dispositions of the implementing agencies support the policy's implementation. Conversely, the resource aspect faces limitations regarding human resources. Socio-economic conditions also influence implementation success—specifically, the public habit of giving money directly to beggars, alongside the target group's limited employment opportunities, health issues, age, and skill levels, which cause some homeless individuals and beggars to return to the streets.
Factors hindering policy implementation include limited human resources, low public understanding of the Regional Regulation, the difficulty of changing the mindsets and habits of some homeless individuals and beggars, and instances of resistance or evasion by these individuals during enforcement operations.
Therefore, strengthening human resource capacity, enhancing public awareness of the policy, and adopting more integrated and sustainable socio-economic interventions are necessary to optimize the implementation of the policy for addressing homelessness and begging.
Keywords: Policy Implementation, Vagrants and Beggars, Social Affairs Agency, Regional Regulation, Social Welfare.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI