DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PELAKSANAAN ALIH MEDIA SERTIPIKAT ELEKTRONIK SEBAGAI PRODUK HUKUM DI KANTOR PERTANAHAN KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD APRIAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-04 |
Transformasi digital dalam administrasi pertanahan melalui program alih media sertipikat analog menjadi sertipikat elektronik (Sertipikat-el) diinisiasi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mencegah praktik mafia tanah, dan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan alih media sertipikat elektronik beserta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapannya di Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (sosiologis) yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara secara langsung dengan narasumber terkait di Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin, sedangkan data sekunder diperoleh melalui peraturan perundang-undangan, literatur dan dokumen resmi Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan alih media sertipikat di Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin telah berjalan sesuai dengan Permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 dan Permen ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023. Tahapan alih media meliputi verifikasi kelengkapan administrasi, validasi data fisik dan yuridis (skor 100%) melalui sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP), pengesahan menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Tersertifikasi, hingga penerbitan Sertipikat-el. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan internal, yang meliputi: 1) Kendala sistem dan jaringan yang sering mengalami gangguan (error / maintenance) pada aplikasi KKPWEB, SITATA, dan server Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE); 2) Masalah ketidaksesuaian data atau data tidak lengkap, seperti perbedaan identitas, pergeseran peta spasial, serta kondisi warkah/buku tanah lama yang rapuh dan sulit divalidasi; 3) Keterbatasan sarana prasarana seperti scanner beresolusi tinggi, serta belum meratanya literasi digital Sumber Daya Manusia (SDM) yang memicu culture shock dalam adaptasi budaya kerja digital.
Kata Kunci: Pelaksanaan Alih Media, Sertipikat Elektronik, Produk Hukum, Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI