DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Formulasi Sabun Cair Cuci Piring Berbahan Minyak Jelantah Dengan Penambahan Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.), Ekstrak Serai Dapur (Cymbopogon Citratus) Serta Abu Boiler Industri Sawit
PENGARANG:ANDIRA MAWARDANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-07


Minyak jelantah memiliki kandungan asam lemak yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sabun, seperti sabun cuci piring. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh suhu proses, penambahan abu boiler, ekstrak serai wangi, dan serai dapur serta menentukan formulasi terbaik terhadap karakteristik sifat kimia, fisikokimia, dan sensori sabun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 faktor. Faktor pertama adalah suhu proses yang terdiri atas 2 taraf, yakni R1 (70 ?) dan R2 (90 ?). Faktor kedua adalah konsentrasi abu boiler yang terdiri atas 4 taraf, yakni S0 (0%), S1 (1%), S2 (2%), dan S3 (3%). Serta faktor ketiga ialah jenis pewangi alami yang terdiri atas 2 taraf, yakni T1 (serai wangi) dan T2 (serai dapur). Analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA (Analsis of Variance) dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test untuk uji pH, kadar air, kadar alkali bebas, dan tinggi busa. Uji Kruskal Wallis dengan dilanjutkan uji Tukey HSD untuk uji sensori (skoring) terhadap warna, aroma serai wangi, aroma serai dapur, konsistensi, kesan saat pemakaian, dan kesan setelah pemakaian. Formulasi sabun cair cuci piring terbaik adalah di suhu 90 oC dengan konsentrasi abu boiler 3% dan ekstrak serai wangi. Perlakuan tersebut memiliki pH (10,75), kadar air (46,12%), kadar alkali bebas (0,04%), tinggi busa (100 mm), warna abu cukup pekat (3,58), aroma serai wangi cukup kuat (2,75), konsistensi cukup kental (3,25), kesan saat pemakaian menghasilkan busa yang cukup banyak dan membersihkan (3,7), serta kesan setelah pemakaian yang memiliki sensasi rasa kesat dan cukup beraroma (3,8).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI