DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI ETNOGRAFI TENTANG NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SINOMAN HADRAH GRUP A'WANUL IKHWAN DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:ZIA ANIS PERMATA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-09


ABSTRAK

Permata, Zia Anis. 2026. Studi Etnografi Tentang Nilai Pendidikan Karakter Pada Sinoman Hadrah Grup A’Wanul Ikhwan Di Desa Mandiangin Kabupaten Banjar. Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: (I) Dr. Sumasno Hadi, S.Pd.,M.Phil (II) Putri Yunita Permata Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd

Kata Kunci: pendidikan karakter, Sinoman Hadrah, etnografi, A'wanul Ikhwan, kearifan lokal Banjar

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membangun generasi yang berintegritas moral, namun arus globalisasi turut memicu degradasi moral pada generasi muda, seperti melemahnya kedisiplinan dan tanggung jawab sosial. Kesenian tradisional, termasuk Sinoman Hadrah, diyakini berpotensi sebagai media penanaman nilai karakter secara alami melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kesenian Sinoman Hadrah Grup A’wanul Ikhwan di Desa Mandiangin Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi etnografi, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengurus dan anggota aktif grup, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menemukan lima nilai pendidikan karakter yang terinternalisasi secara organik melalui praktik hadrah, yaitu: (1) nilai religius, yang tumbuh melalui lantunan syair shalawat dan tata busana Islami; (2) nilai disiplin, yang terbentuk melalui kestabilan tempo, kerapian formasi, dan pengendalian ekspresi; (3) nilai tanggung jawab, yang lahir dari kesadaran atas peran spesifik setiap anggota; (4) nilai kerja sama, yang terwujud dalam keselarasan musikal dan koordinasi gerak; serta (5) nilai kerja keras, yang tercermin dari ketekunan latihan dan konsistensi penampilan. Kelima nilai tersebut tidak diajarkan secara verbal, melainkan terinternalisasi melalui pengalaman langsung dan pembiasaan, sejalan dengan teori Lickona dan teori habituasi Aristoteles.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI