DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STIGMA “PERAWAN TUA” PADA PEREMPUAN DI INSTANSI X KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
PENGARANG:RUSMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-16


Stigma “Perawan Tua” pada Perempuan di Instansi X Kabupaten Penajam Paser Utara

Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat

Rusma

Stigma “perawan tua” terhadap perempuan yang belum menikah pada usia tertentu masih ditemukan dalam interaksi sosial dan dapat menimbulkan tekanan sosial maupun emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna stigma, proses terbentuknya, dampak yang dialami, serta strategi perempuan dalam menghadapi stigma “perawan tua” di lingkungan kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas perempuan yang belum menikah serta informan pendukung di lingkungan kerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Kemudian, dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori stigma Erving Goffman serta teori stigma Link dan Phelan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma “perawan tua” memiliki karakteristik negatif, menekan, dan berulang. Stigma terbentuk melalui pelabelan, stereotip, serta pengulangan komentar, candaan, dan pertanyaan mengenai usia dan status pernikahan dalam interaksi sosial. Stigma juga diperkuat oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Meskipun tidak ditemukan diskriminasi langsung dalam pekerjaan, informan mengalami dampak berupa ketidaknyamanan, tersinggung, perubahan suasana hati, dan rasa minder pada situasi tertentu. Dalam menghadapi stigma, informan menggunakan strategi berupa tertawa, mengalihkan pembicaraan, menghindari topik pribadi, dan menetapkan batasan. Penelitian menyimpulkan bahwa stigma bekerja secara halus melalui interaksi dan norma sosial serta mengalami normalisasi. Secara akademis, penelitian selanjutnya disarankan memperluas konteks dan metode penelitian. Secara praktis, diperlukan lingkungan sosial yang lebih sensitif dan menghargai pilihan pribadi terkait pernikahan.

Kata Kunci: Stigma, Perawan Tua, Perempuan Belum Menikah, Interaksi Sosial, Lingkungan kerja.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI