DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBANDINGAN KEANEKARAGAMAN VEGETASI SUMBER PAKAN DAN PRODUKSI MADU LEBAH KELULUT (Heterotrigona itama) PADA TIGA LOKASI MELIPONIKULTUR DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:NURDIANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-16


    Lebah kelulut (Heterotrigona itama) merupakan polinator penting yang menghasilkan madu bernilai ekonomi tinggi. Produksi madu dipengaruhi oleh ketersediaan vegetasi sumber pakan berupa tumbuhan penghasil nektar, polen, dan resin, sehingga perbedaan komposisi vegetasi diduga memengaruhi tingkat keanekaragaman vegetasi dan produksi madu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis vegetasi sumber pakan, membandingkan tingkat keanekaragaman vegetasi sumber pakan, serta membandingkan produksi madu lebah kelulut (Heterotrigona itama) pada tiga lokasi meliponikultur di Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksplorasi lapangan. Pengambilan sampel vegetasi dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan petak bersarang, sedangkan produksi madu diukur pada empat koloni sampel di setiap lokasi dengan tiga kali pengulangan. Data vegetasi dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H'), sedangkan produksi madu dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Pairwise Comparisons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habe Garden memiliki keanekaragaman vegetasi tertinggi dengan H' = 1,90 dan 26 spesies dari 21 famili, diikuti Roemah Lebah sebanyak 19 spesies dari 17 famili dengan H' = 1,69 dan Budidaya Asyifa sebanyak 12 spesies dari 9 famili dengan H' = 168. Rata-rata produksi madu tertinggi diperoleh pada Habe Garden 303,13 mL/stup, diikuti Roemah Lebah 189,10 mL/stup dan Budidaya Asyifa 137,47 mL/stup. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan produksi madu yang signifikan antar lokasi (p < 0,05).

Kata kunci: budidaya, lebah, madu, struktur vegetasi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI