DIGITAL LIBRARY



JUDUL:AKTIVITAS PRODUKSI KERAJINAN TANGAN ROTAN DESA SUNGAI LIMAS KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
PENGARANG:ARIF FATURAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-17


Desa Sungai Limas merupakan sentra dari produksi kerajinan rotan di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hal ini dibuktikan dari jumlah perajinnya yang paling banyak dibandingkan desa-desa lain di wilayah tersebut. Namun, literatur dan penelitian mengenai produksi kerajinan ini masih terbatas. Penelitian-penelitian sebelumnya hanya membahas strategi pemasaran, pengembangan produk, kelayakan usaha, nilai tambah rotan, dan karakteristik perajin, sementara aspek produksinya belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor produksi yang meliputi bahan baku, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaan serta menjelaskan proses produksi kerajinan rotan di Desa Sungai Limas.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan teknik pemilihan subjek secara purposive sampling terhadap para perajin rotan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas produksi kerajinan rotan di Desa Sungai Limas didukung oleh empat faktor produksi yaitu bahan baku, modal, tenaga kerja dan kewirausahaan. Bahan baku utama yang digunakan yakni rotan taman (irit) untuk kerajinan menggunakan teknik anyaman dan rotan walatung (manau) untuk kerajinan menggunakan teknik pertukangan atau  mebel. Modal yang digunakan pada produksi ini berasal dari modal sendiri. Tenaga kerja berasal dari masyarakat Desa Sungai Limas yang memiliki keterampilan turun-temurun serta keterampilan yang diperoleh melalui proses belajar dan pelatihan. Jiwa kewirausahaan perajin terlihat pada perkembangan kerajinan, yakni dari jenis produk yang dibuat seperti kursi, meja, lemari sudut, kursi motor anak (ancak bayi) dan dinding hias. Produksi dilakukan secara tradisional melalui beberapa tahapan, mulai dari proses ekstraktif, yakni pembelian bahan baku, proses analisis, yakni memisahkan bahan baku dari bagian yang tidak diperlukan, proses pengubahan, yakni mengubah bentuk bahan baku, hingga proses sintetis, yakni memadukan bahan baku dengan bahan yang lain sehingga tercipta sebuah kerajinan.

Simpulan penelitian ini adalah bahwa aktivitas produksi kerajinan rotan di Desa Sungai Limas merupakan bentuk kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang dipengaruhi oleh keterpaduan faktor produksi dan produksi tradisional.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI