DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:ZAIN SATRIA KHAFID LUBIS
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-19


Zain Satria Khafid Lubis, 2320419310057, 2026, Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Dibawah bimbingan Nurul Azkar.

 

Penelitian ini dilatar belakangi masih ada hambatan karena masih banyaknya keluarga miskin yang perlu bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dari pemerintah dan dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaanya. Sosialisasi mengenai program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dalam pelaksanaannya belum berjalan optimal. Belum semua pihak yang terkait dalam melaksanakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dengan baik.

 

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Kabupaten Barito Kuala, Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dari informan yang berkaitan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dokumen yang berhubungan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara langsung dan melalui daring. Sedangkan instrument penelitian yaitu dari peneliti sendiri, dan beberapa alat penujang seperti pedoman wawancara, dan alat bantu.

 

Hasil penelitian, diketahui bahwa secara umum implementasi program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan dapat dikatakan belum berjalan cukup baik, Adapun, berdasarkan teori Edwards III hal ini dapat dilihat dari indikator komunikasi, penyebaran informasi program belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat sehingga masih terdapat warga yang belum memahami persyaratan, mekanisme pengusulan dan tahapan pelaksanaan program. Sumber daya, keterbatasan dukungan pembiayaan menyebabkan tidak seluruh usulan masyarakat dapat direalisasikan dan sebagian penerima bantuan masih harus menyesuaikan perbaikan rumah dengan anggaran yang tersedia. Sementara itu, struktur birokrasi masih ditemukan kendala berupa ketidaksesuaian data dan proses validasi penerima bantuan, terutama terkait kepesertaan dalam DTKS dan kelengkapan dokumen administrasi yang mengakibatkan proses verifikasi.lebih spesifik

 

Berdasarkan hal tersebut, diharapkanpenguatan literasi digital masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemeliharaan sistem yang andal. Selain itu, perlu diperluas sosialisasi secara kolaboratif bersama OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa.

 

Kata Kunci: Implementasi, Program RTL, Barito Kuala

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI