DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAN STRUKTUR SARANG LEBAH KELULUT (Heterotrigona itama) PADA TIGA LOKASI MELIPONIKULTUR DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:RIKA AULIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-24


      Lebah kelulut (Heterotrigona itama) merupakan lebah tanpa sengat yang banyak dibudidayakan karena menghasilkan madu dan propolis serta berperan sebagai penyerbuk. Perbedaan kondisi lingkungan dan pengelolaan meliponikultur dapat berkaitan dengan variasi karakter morfometri dan struktur sarang. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan karakteristik morfometri lebah pekerja serta struktur sarang H. itama pada tiga lokasi meliponikultur di Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif komparatif dengan pendekatan observasional pada HaBe Garden, Roemah Lebah, dan Budidaya Kelulut Asyifa. Sebanyak 75 individu lebah pekerja dari 15 koloni dikoleksi, dengan 25 individu dari setiap lokasi digunakan untuk pengukuran 17 karakter morfometri. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan Tukey HSD pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa delapan karakter morfometri berbeda nyata antar lokasi, yaitu lebar mata, lebar gena, panjang dan lebar mesoscutum, panjang sayap depan, panjang sayap belakang, panjang femur belakang, dan lebar basitarsus belakang. Struktur sarang pada ketiga lokasi memiliki komponen eksternal dan internal yang relatif serupa, meliputi pintu masuk, batumen, cerumen, pot madu, pot polen, sel anakan, dan involucrum, tetapi menunjukkan variasi pada bentuk dan ukuran pintu masuk, keberadaan involucrum, serta jumlah dan ukuran pot penyimpanan. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi karakter morfometri dan struktur sarang H. itama pada kondisi meliponikultur yang berbeda.

Kata kunci: budidaya, habitat, meliponini, trigona

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI