DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Peran Rumah Singgah Baiman dalam Penanganan Orang Terlantar di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | NAYLA NASTASEA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-24 |
Nayla Nastasea, 2210411220019, 2026. Peran Rumah Singgah Baiman dalam Penanganan Orang Terlantar di Kota Banjarmasin. Dibimbing oleh Asmu’i.
Rumah Singgah Baiman merupakan fasilitas pelayanan sosial yang disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin sebagai tempat penampungan sementara bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk orang terlantar. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian mengenai peran Rumah Singgah dalam penanganan orang terlantar di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Rumah Singgah Baiman serta mengidentifikasi faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak Dinas Sosial Kota Banjarmasin, petugas Rumah Singgah Baiman, dan penghuni orang terlantar. Analisis dilakukan menggunakan teori peran Jim Ife dan Frank Tesoriero yang meliputi peran fasilitatif, mendidik, teknis, dan representatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Rumah Singgah Baiman dalam penanganan orang terlantar di Kota Banjarmasin masih tergolong kurang efektif. Meskipun mekanisme penerimaan dan pemeriksaan awal telah dilaksanakan, pelaksanaan penampungan, penelusuran identitas dan keluarga, serta tindak lanjut penanganan masih menghadapi kendala. Berdasarkan analisis teori Jim Ife dan Frank Tesoriero, peran teknis telah dijalankan, sedangkan peran fasilitatif, mendidik, dan representatif belum terlaksana secara efektif. Hambatan utama meliputi kendala penelusuran identitas dan proses reunifikasi yang berkaitan dengan koordinasi, komunikasi, partisipasi masyarakat, dan sumber daya.
Untuk meningkatkan efektivitas peran Rumah Singgah Baiman, disarankan agar dilakukan penyusunan standar operasional penelusuran identitas yang memuat alur koordinasi dengan instansi terkait serta peningkatan pendampingan dan mediasi kepada keluarga sebelum proses reunifikasi untuk meminimalkan penolakan terhadap orang terlantar.
Kata Kunci: Peran, Orang Terlantar, Rumah Singgah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI