DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Keanekaragaman dan Komposisi Jenis Polen yang Dikumpulkan Lebah Kelulut (Heterotrigona itama) dalam Meliponikultur di Kota Banjarbaru
PENGARANG:LAYLATUL APRILIA HAPSARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-29


Keberlangsungan koloni kelulut (Heterotrigona itama) dipengaruhi oleh polen sebagai sumber protein, sedangkan variasi vegetasi berbunga di setiap lokasi budidaya berpotensi menyebabkan perbedaan jenis polen yang dikumpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polen yang dikumpulkan oleh H. itama, menganalisis tingkat keanekaragaman, serta mengetahui komposisi polen pada tiga lokasi meliponikultur di Kota Banjarbaru. Sampel polen diambil secara purposive sampling dari lokasi HaBe Garden, Roemah Lebah, dan Budidaya Kelulut Assyifa. Identifikasi dilakukan menggunakan metode asetolisis berdasarkan karakter morfologi polen, tingkat keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener dan komposisi polen ditentukan berdasarkan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 21 jenis polen yang berasal dari 15 famili tumbuhan. Budidaya Kelulut Assyifa memiliki jumlah jenis polen terbanyak, yaitu 12 jenis, sedangkan HaBe Garden dan Roemah Lebah masing-masing 11 jenis. Nilai indeks keanekaragaman di HaBe Garden sebesar 1,70, Roemah Lebah 1,77, dan Budidaya Kelulut Assyifa 1,71, yang seluruhnya termasuk kategori sedang. Komposisi polen menunjukkan jenis dengan persentase tertinggi di HaBe Garden adalah Syzygium cumini sebesar 44,5%, Roemah Lebah Melastoma malabathricum 33,3%, dan di Budidaya Kelulut Assyifa Arenga pinnata sebesar 48%. Heterotrigona itama memanfaatkan sumber pakan yang beragam dengan komposisi berbeda pada setiap Lokasi mencerminkan variasi ketersediaan sumber pakan lokal.

Kata kunci: asetolisis, identifikasi polen, inventarisasi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI