DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) DI KELURAHAN ANTASAN KECIL TIMUR (AKT) KECAMATAN BANJARMASIN UTARA | |
| PENGARANG | : | MAULIDHA SHANTI MAGHFERAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-01 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam memberikan pembinaan kepada lansia dan keluarga untuk mewujudkan lansia yang tangguh. Pelaksanaan Program BKL di Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT) Kecamatan Banjarmasin Utara dalam enam bulan terakhir masih berfokus pada kegiatan penyuluhan dan mencakup empat dimensi Lansia Tangguh, yaitu konsep dasar Lansia Tangguh, dimensi spiritual, dimensi sosial kemasyarakatan, dan dimensi intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kelurahan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utara serta mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Balai KB Kecamatan Banjarmasin Utara sekaligus PLKB BKL Kelurahan Antasan Kecil Timur, kader BKL, lansia, dan keluarga lansia. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kelurahan Antasan Kecil Timur telah berjalan cukup efektif berdasarkan indikator efektivitas Gibson, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Pencapaian tujuan telah terlaksana melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan, tetapi belum optimal karena materi masih terbatas pada empat dimensi Lansia Tangguh. Integrasi berjalan cukup efektif melalui koordinasi dan komitmen antara PLKB, kader, lansia, dan keluarga, meskipun partisipasi peserta masih perlu ditingkatkan. Adaptasi juga berjalan cukup efektif melalui penyesuaian bahasa, pemberian contoh, pengulangan materi, serta diskusi dan tanya jawab, tetapi belum optimal karena kegiatan belum berkembang menjadi pelatihan, simulasi, atau praktik. Faktor yang menghambat pelaksanaan program meliputi keterbatasan anggaran, berkurangnya jumlah kader, rendahnya partisipasi peserta, dan kesulitan sebagian lansia dalam memahami materi penyuluhan.
Disarankan agar pelaksanaan Program BKL ditingkatkan melalui penguatan anggaran, penambahan dan penguatan kader, peningkatan partisipasi lansia dan keluarga, serta pengembangan kegiatan yang lebih beragam agar seluruh tujuh dimensi Lansia Tangguh dapat dilaksanakan secara optimal.
Kata Kunci: Efektivitas, Bina Keluarga Lansia (BKL), Lansia Tangguh.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI