DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hambatan Komunikasi Mahasiswa Afirmasi Papua Dalam Proses Adaptasi Dan Akulturasi Budaya Di Banjarmasin
PENGARANG:SITI HAWA UGAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-02


Mahasiswa afirmasi Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin mengalami lingkungan sosial dan budaya yang berbeda dari tempat asal mereka. Berbagai bahasa dan dialek, adat istiadat, tradisi, norma sosial, serta metode komunikasi dapat menghalangi proses interaksi, adaptasi, dan akulturasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala komunikasi yang dihadapi mahasiswa afirmasi Papua selama proses adaptasi serta interaksi lintas budaya di lingkungan kampus dan masyarakat Banjarmasin. Studi ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Informasi diperoleh lewat pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta didukung oleh triangulasi sumber dan metode. Hasil temuan penelitian mengindikasikan adanya tiga kendala utama, yaitu perbedaan bahasa serta dialek, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial, dan perbedaan tradisi serta kebiasaan masyarakat Banjar. Rintangan tersebut dapat secara perlahan diatasi dengan mempelajari bahasa Banjar, berinteraksi dengan teman, memperluas jaringan sosial, bergabung dalam organisasi, dan beradaptasi dengan kuliner serta tradisi lokal. Proses akulturasi tampak dari kemampuan mahasiswa dalam memahami nilai, norma, kehidupan beragama, dan tradisi masyarakat Banjar sambil tetap mempertahankan identitas budaya Papua. Oleh karena itu, sikap saling menghargai, toleransi, interaksi, dan keterbukaan merupakan elemen krusial dalam mendukung kesuksesan adaptasi dan akulturasi budaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI