DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POSKOLONIALITAS DALAM NOVEL “IVANNA VAN DIJK” KARYA RISA SARASWATI
PENGARANG:SEPTI SELVIATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-05


ABSTRAK

Selviati, Septi. 2026. Poskolonialitas dalam Novel “Ivanna Van Dijk” karya Risa Saraswati. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin. Pembimbing: (1) Ahsani Taqwiem, M.Pd.; (2) Faradina, M.Pd.

Kata kunci: poskolonial, ambivalensi, mimikri, hibriditas, novel Ivanna Van Dijk.

     Novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati merupakan karya sastra yang memadukan unsur horor dengan latar sejarah kolonial Hindia Belanda. Melalui kisah keluarga Van Dijk, novel ini merepresentasikan berbagai persoalan poskolonial yang tercermin dalam hubungan antara tokoh kolonial Belanda dan masyarakat pribumi. Persoalan tersebut tampak melalui dinamika identitas, peniruan budaya, dan percampuran budaya sebagai dampak dari relasi kolonial. Kompleksitas hubungan tersebut menjadikan novel Ivanna Van Dijk relevan dikaji menggunakan teori poskolonial Homi K. Bhabha yang berfokus pada konsep ambivalensi, mimikri, dan hibriditas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ambivalensi, mimikri, dan hibriditas dalam novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan poskolonial. Data penelitian berupa kutipan dialog, narasi, tindakan tokoh, dan peristiwa yang menunjukkan bentuk-bentuk ambivalensi, mimikri, dan hibriditas dalam novel Ivanna Van Dijk. Sumber data penelitian adalah novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati terbitan PT Bukune Kreatif Cipta cetakan kedelapan Agustus 2022. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Ivanna Van Dijk ditemukan tiga bentuk poskolonialitas, yaitu ambivalensi, mimikri, dan hibriditas. Ambivalensi merupakan bentuk yang paling dominan dengan 22 data, diikuti hibriditas sebanyak 17 data, dan mimikri sebanyak 2 data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara tokoh kolonial Belanda dan masyarakat pribumi tidak hanya memperlihatkan relasi dominasi dan penindasan, tetapi juga menghadirkan dinamika identitas, peniruan budaya, serta percampuran budaya yang kompleks. Dengan demikian, novel Ivanna Van Dijk merepresentasikan hubungan kolonial sebagai ruang negosiasi identitas yang terus berlangsung melalui konsep ambivalensi, mimikri, dan hibriditas sebagaimana dikemukakan oleh Homi K. Bhabha. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kajian poskolonial, khususnya pada penelitian karya sastra Indonesia.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI