DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Pendidikan Holistik, Budaya Sekolah, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru PAUD di Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:CITRA HAPSARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-08


Hapsari, Citra (2026). Pengaruh Pendidikan Holistik, Budaya Sekolah, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru PAUD di Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis, Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing I: Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D dan Pembimbing II: Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D. 

Kata Kunci:   Pendidikan Holistik, Budaya Sekolah, Motivasi Kerja, Kinerja Guru.

Program Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) yang dilaksanakan IHF di Kalimantan Selatan telah menunjukkan capaian kelembagaan yang signifikan. Namun variasi kinerja individu guru dalam ekosistem PHBK belum pernah dipahami determinannya secara empiris, padahal pemahaman atas determinan itulah yang menentukan apakah keberhasilan program dapat dipertahankan dan direplikasi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan holistik, budaya sekolah, motivasi kerja, dan kinerja guru PAUD binaan PHBK di Kalimantan Selatan, serta menganalisis pengaruh langsung pendidikan holistik dan budaya sekolah terhadap motivasi kerja dan kinerja guru, pengaruh langsung motivasi kerja terhadap kinerja guru, dan pengaruh tidak langsung pendidikan holistik serta budaya sekolah terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis jalur (path analysis). Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru PAUD binaan PHBK yang telah mencapai Level Berkembang 5 dan berstatus PAUD Inti di Kalimantan Selatan (n=113), diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas (product moment Pearson, seluruh butir valid: r > 0,44) dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha: 0,931–0,976). Analisis dilakukan secara bertahap: deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis jalur menggunakan IBM SPSS Statistics 25.

Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel berada pada kategori sangat tinggi, dengan motivasi intrinsik lebih dominan dari ekstrinsik meski kondisi kesejahteraan guru belum ideal. Pendidikan holistik berpengaruh langsung dan signifikan terhadap motivasi kerja (β=0,653) dan kinerja guru (β=0,201); budaya sekolah berpengaruh langsung dan signifikan terhadap motivasi kerja (β=0,753) dan kinerja guru (β=0,164); motivasi kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja guru (β=0,591). Pengaruh tidak langsung pendidikan holistik terhadap kinerja melalui motivasi kerja sebesar β=0,386 (t=6,062) dan budaya sekolah sebesar β=0,445 (t=6,783). Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 76,7% variasi kinerja guru (R²=0,767).

Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan holistik dan budaya sekolah bekerja paling efektif dalam meningkatkan kinerja guru melalui jalur motivasional, bukan semata melalui pengaruh langsung. Budaya sekolah terbukti menjadi prediktor motivasi yang lebih dominan dibandingkan pendidikan holistik, sementara pengaruh tidak langsung keduanya secara konsisten melampaui pengaruh langsungnya, mengindikasikan bahwa motivasi kerja berfungsi sebagai mekanisme amplifikasi yang mengubah orientasi nilai dan iklim organisasi menjadi kinerja yang terukur. Guna optimalisasi PHBK secara berkelanjutan, seluruh pemangku kepentingan disarankan untuk memperkuat strategi pembinaan yang secara simultan menargetkan internalisasi nilai holistik, penguatan budaya sekolah kolektif, dan pemeliharaan motivasi intrinsik guru secara berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI