DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN TRANS KALIMANTAN HANDIL BAKTI KABUPATEN
PENGARANG:INDRA RIZKY AFANDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-12


ABSTRAK

Indra Rizky Afandi, 2210411310034, 2026, “Kinerja Satuan Polisi Pamong

Praja dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Handil

Bakti Kabupaten Barito Kuala” di Bawah Bimbingan Widyakanti

     Keberadaan pedagang kaki lima sebagai bagian dari sektor informal

memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian masyarakat, namun di

sisi lain juga menimbulkan permasalahan ketertiban umum, seperti penggunaan

trotoar dan bahu jalan, gangguan lalu lintas, serta masalah kebersihan lingkungan.

Di kawasan Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala,

aktivitas pedagang kaki lima yang tidak tertib menunjukkan bahwa kinerja Satuan

Polisi Pamong Praja dalam penertiban masih menghadapi berbagai tantangan.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Satuan Polisi

Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima di kawasan tersebut.

     Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan

tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,

wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data,

penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

     Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satuan Polisi Pamong Praja

dalam penertiban pedagang kaki lima di kawasan Jalan Trans Kalimantan Handil

Bakti Kabupaten Barito Kuala tergolong cukup baik, dilihat dari aspek

pengaturan, pengarahan, dan penindakan yang telah dilaksanakan secara rutin dan

terkoordinasi. Namun, kinerja tersebut belum optimal karena masih terdapat

berbagai kendala, antara lain faktor ekonomi pedagang kaki lima, tidak

tersedianya lokasi relokasi yang layak dan strategis, keterbatasan sumber daya

aparatur serta pengawasan, dan adanya perlawanan dari pedagang. Kondisi ini

menyebabkan pedagang kaki lima cenderung kembali berjualan setelah dilakukan

penertiban. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan yang

berkelanjutan, penguatan sumber daya, serta kebijakan relokasi yang lebih solutif

guna meningkatkan kinerja penertiban.

Kata kunci: Kinerja, Pedagang Kaki Lima, Satuan Polisi Pamong Praja, Ketertiban

Umum

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI