DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Strategi Pemerintah Kota Banjarmasin Dalam Meningkatkan Apresiasi Masyarakat Terhadap Museum Kayuh Baimbai
PENGARANG:TAZKIA AZZIKRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-12


ABSTRAK

 

Tazkia Azzikra, 2210411220001, 2026. Analisis Strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Meningkatkan Apresiasi Masyarakat terhadap Museum Kayuh Baimbai. Di bawah bimbingan Asmu’i.

 

Museum Kayuh Baimbai merupakan museum milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang diresmikan pada 8 Maret 2023 sebagai sarana pelestarian sejarah dan budaya Banjar. Meskipun jumlah kunjungan meningkat dari 2.922 orang pada 2024 menjadi 3.827 orang pada 2025, angka tersebut masih relatif rendah dibandingkan museum lain di Kalimantan Selatan maupun jumlah penduduk Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Museum Kayuh Baimbai serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambatnya. 

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori manajemen strategis Fred R. David yang mencakup tahap perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah kota Banjarmasin tergolong cukup efektif. Pada tahap perumusan, strategi telah selaras dengan RPJMD Kota Banjarmasin 2025–2029, namun alokasi anggaran masih timpang antara sarana-prasarana dan pengembangan SDM. Pada tahap implementasi, strategi terlihat pada pelayanan pengunjung gratis, pemeliharaan koleksi berkala, serta promosi digital melalui Instagram dan TikTok yang efektif menjangkau pelajar dan mahasiswa, tetapi belum optimal menjangkau masyarakat umum di sekitar museum. Pada tahap evaluasi, strategi masih berorientasi pada output kunjungan dan belum mengukur outcome berupa perubahan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Faktor penghambat meliputi status kelembagaan yang belum menjadi UPTD mandiri, keterbatasan anggaran dan SDM fungsional, minimnya pelibatan komunitas lokal, keterbatasan aksesibilitas, serta lemahnya sistem evaluasi kinerja. Penelitian ini merekomendasikan pengalokasian anggaran khusus, percepatan pembentukan UPTD, penerapan strategi community-based museum, serta penguatan indikator evaluasi berbasis outcome.

 

Kata Kunci: Strategi, Apresiasi Masyarakat, Museum 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI