DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Tata Kelola Program "Surung Sintak" Dalam Mengelola Permasalahan Sampah Pada Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | UTIN FATHIYA AURIYA GHALIZDHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-12 |
Utin Fathiya Auriya Ghalizdha, 2210413220074, 2026. Tata Kelola Program “Surung Sintak” dalam Mengelola Permasalahan Sampah Pada Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Budi Suryadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata kelola Program Surung Sintak dalam mengelola permasalahan sampah pada Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin dalam perspektif design principles Ostrom. Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga melibatkan interaksi berbagai aktor, termasuk aktor informal, dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian ditriangulasi dengan dokumen resmi dan dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan delapan design principles, yaitu batasan pengguna dan sumber daya, kesesuaian dengan kondisi lokal dan aturan pengambilan-penyediaan, pengaturan pilihan kolektif, pengawasan, sanksi bertahap, mekanisme penyelesaian konflik, pengakuan minimal terhadap hak mengatur, serta kelembagaan berlapis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Surung Sintak telah diakui secara formal melalui Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 58 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai pengampu, serta berjalan dengan kesesuaian yang kuat pada batas sumber daya, kesesuaian desain dengan kondisi lokal, pengawasan terhadap sumber daya dan pelaksana, dan penyelesaian konflik operasional. Kesesuaian yang masih parsial atau yang berhubungan ditemukan pada batas pengguna, sanksi bertahap, pengakuan minimal hak mengatur aktor lokal, dan kelembagaan berlapis, sedangkan pengaturan pilihan kolektif merupakan titik terlemah karena aturan program ditetapkan secara top-down. Penelitian ini menemukan bahwa fenomena free rider bukan semata akibat rendahnya kesadaran masyarakat, melainkan akibat rancangan kelembagaan berupa titik layanan yang terbuka, ketiadaan instrumen sanksi bagi warga non-pelanggan, serta kedudukan paman gerobak sebagai aktor informal yang tidak berkewenangan memaksa. Keberhasilan pelaksanaan Program Surung Sintak tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis seperti ketersediaan sarana pendukung dan dasar formal program, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas hubungan, koordinasi, dan kepercayaan antaraktor yang terlibat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Sungai Andai mempertahankan koordinasi yang telah berjalan sambil memperkuat pengawasan dan sosialisasi, serta mendorong partisipasi masyarakat guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Surung Sintak.
Kata Kunci: Program Surung Sintak, Design Principles, Pengelolaan Sampah
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI