DIGITAL LIBRARY



JUDUL:RESTORASI CITRA ATAU REVOLUSI MUTU? MENGUJI KEASLIAN PROFESSIONAL IMPERATIVE DI TENGAH POLEMIK AKREDITASI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
PENGARANG:NAILA SYAFA AZMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-13


ABSTRAK

Naila Syafa Azmi, 2210411220013, 2026.Restorasi Citra atau Revolusi Mutu? Menguji Keaslian Professional Imperative di Tengah Polemik Akreditas Universitas Lambung Masngkurat. Dibawah bimbingan Syakrani

 

Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk memenuhi standar administratif akreditasi, tetapi juga wajib membuktikan kualitasnya melalui pengalaman pendidikan yang dirasakan langsung oleh mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara predikat akreditasi “Unggul” Universitas Lambung Mangkurat dengan realitas mutu layanan pendidikan yang dipersepsikan mahasiswa. Kesenjangan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai apakah status “Unggul” benar-benar mencerminkan revolusi mutu yang substantif, atau justru hanya menjadi bentuk restorasi citra administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh implementasi Professional Imperative terhadap Student Values sebagai indikator mutu substantif pendidikan tinggi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-asosiatif. Populasi penelitian mencakup mahasiswa aktif Universitas Lambung Mangkurat. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner berskala interval 1–7 kepada 319 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tujuh dimensi Professional Imperative, yaitu Kompetensi Pedagogis, Tanggung Jawab Etis, Pengembangan Profesional Berkelanjutan, Kualitas Dukungan Akademik, Kepemimpinan dan Tata Kelola Profesional, Akuntabilitas terhadap Hasil Belajar Mahasiswa, serta Komitmen terhadap Layanan Berorientasi Mahasiswa. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Student Values, yang mencakup pertumbuhan intelektual, pertumbuhan moral, pengembangan diri secara sosial, rasa memiliki, rasa keterlibatan, serta kesiapan karier dan masa depan.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa capaian Student Values mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat belum mampu memenuhi standar kualitas ideal yang ditetapkan dalam penelitian ini. Berdasarkan kerangka kualitas Philip B. Crosby, capaian yang berada di bawah standar ideal tidak dapat dikategorikan sebagai cukup berkualitas, melainkan harus dinyatakan tidak berkualitas karena belum memenuhi prinsip kesesuaian terhadap standar. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa tujuh dimensi Professional Imperative secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Student Values, dengan nilai F hitung sebesar 47,900 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,508 menunjukkan bahwa Professional Imperative mampu menjelaskan variasi Student Values sebesar 50,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

Secara parsial, hanya tiga variabel yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap Student Values, yaitu Kompetensi Pedagogis, Tanggung Jawab Etis, dan Komitmen terhadap Layanan Berorientasi Mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan yang diterima mahasiswa paling kuat ditentukan oleh aspek-aspek yang bersentuhan langsung dengan pengalaman akademik sehari-hari, yaitu kualitas pengajaran dosen, integritas etis dalam praktik akademik, dan keberpihakan institusi terhadap kebutuhan mahasiswa. Melalui perspektif Edward Sallis, temuan ini menegaskan bahwa Professional Imperative belum sepenuhnya bekerja secara substantif apabila kualitas formal institusi belum mampu menghasilkan pengalaman pendidikan yang bermakna, transformatif, dan berorientasi pada mahasiswa.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa predikat akreditasi “Unggul” Universitas Lambung Mangkurat belum sepenuhnya bertransformasi menjadi substantial accreditation. Status unggul masih berisiko menjadi ceremonial accreditation apabila tidak berbanding lurus dengan Student Values yang dirasakan mahasiswa. Oleh karena itu, Universitas Lambung Mangkurat perlu melakukan reorientasi mutu dari sekadar pemenuhan dokumen akreditasi menuju perbaikan nyata pada kualitas pedagogis, tanggung jawab etis, dan layanan yang berorientasi pada mahasiswa. Perbaikan mutu tidak boleh hanya diarahkan pada penguatan citra kelembagaan, tetapi harus menyentuh pengalaman pendidikan mahasiswa sebagai pengguna utama layanan pendidikan tinggi.

 

Kata Kunci: Imperatif Moral, Kualitas Layanan, Student Values, Academic Barbarism, Akreditasi Tinggi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI