DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN DIREKTIF PADA DIALOG TOKOH DALAM NOVEL AZZAMINE KARYA SOPHIE AULIA | |
| PENGARANG | : | SALSABILA AMALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-14 |
Amalia, Salsabila, 2026. Tindak Tutur Ekspresif dan Direktif pada Dialog Tokoh dalam Novel Azzamine Karya Sophie Aulia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I: Dr. Moh. Fattah Yasin, M.pd. (II) Wenny Noorahim, M.pd.
Kata kunci: Pragmatik, tindak tutur ekspresif, tindak tutur direktif, budaya komunikasi islam, novel Azzamine.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan tindak tutur direktif dalam dialog tokoh pada novel Azzamine karya Sophie Aulia serta mengungkap representasi budaya emosi masyarakat religius dan komunikasi Islami yang tercermin melalui tuturan para tokohnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Sumber data berupa dialog antartokoh dalam novel Azzamine karya Sophie Aulia. Data dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan teori tindak tutur Yule (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam novel meliputi ekspresif marah, terkejut, meminta maaf, cemas, syukur, senang, dan sedih. Tindak tutur tersebut digunakan tokoh untuk mengungkapkan keadaan psikologis sekaligus mencerminkan budaya emosi masyarakat religius yang mengedepankan kesantunan, pengendalian diri, kepedulian, dan penghormatan terhadap orang lain. Adapun tindak tutur direktif meliputi perintah, nasihat, larangan, permintaan, ajakan, doa, dan anjuran. Ditemukan sebanyak 131 data tindak tutur direktif dengan bentuk permintaan sebagai jenis yang paling dominan. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antartokoh lebih berorientasi pada upaya membimbing, mengingatkan, memengaruhi, dan mengarahkan mitra tutur melalui tuturan yang santun, persuasif, dan bernilai edukatif. Tokoh Azzam menjadi representasi utama komunikasi Islami melalui penggunaan prinsip qaulan layyinan, qaulan sadidan, dan qaulan kariman, sedangkan tokoh Jasmine merepresentasikan perkembangan emosi dari sikap yang impulsif menuju pribadi yang lebih dewasa dan religius. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan tindak tutur dalam novel Azzamine tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi antartokoh, tetapi juga menjadi representasi budaya komunikasi masyarakat religius yang mengintegrasikan nilai-nilai moral, sosial, dan keislaman dalam interaksi sehari-hari
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI